D’Masiv – Jangan Menyerah
Tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi
reff1:
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
repeat reff1
reff2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa
repeat reff1
repeat reff2
D’Masiv – Sudahi Perih Ini
Apa yang harus ku lakukan lagi bila kau tak setia
karna aku hanya seoranng manusia
yang tak kau anggap
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
aku tlah coba untuk memahamimu
tapi kau tak peduli
reff:
cukup sudah kau sakiti aku lagi
serpihan perih ini akan ku bawa mati
aku mencoba memberikan segala yang telah aku punya
namun semuanya hanya sia-sia
percuma
aku tlah coba untuk memahamimu
tapi kau tak peduli
repeat reff [2x]
sampai kapan bisa membuatmu mengerti
membuat aku bermakna di hatimu
di matamu sayang
D’Masiv – Apa Salahku
Apa salahku kau buat begini
kau tarik ulur hatiku hingga
sakit yang kurasa
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
apa memang ini yang kamu inginkan
tak ada sedikit pun niat tuk
serius padaku
* katakan yang sebenarnya
jangan mau tak mau
seperti ini
reff:
akhirnya kini aku mengerti
apa yang ada di pikiranmu selama ini
kau hanya ingin memainkan perasaanku
tak ada hati, tak ada cinta
apa memang ini yang kamu inginkan
tak ada sedikit pun niat tuk
serius kepadaku
repeat *
repeat reff [3x]
apa salahku
D’Masiv – Menyegarkan
Pilihan kamu sungguh pilihan
tak ada yang bisa tandingi kamu
baru kali ini aku rasakan
cinta cinta
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
* hebat kamu memang benar-benar hebat
tak ada yang bisa tandingi kamu
baru kali ini aku rasakan
bahagia bahagia
reff:
demi tuhan kau sungguh menyegarkan
membuatku menjadi kecanduan
tak ada yang bisa seperti kamu
itu sungguh
repeat *
repeat reff [2x]
D’Masiv feat. Kevin Aprilio – Rindu Setengah Mati
Aku ingin engkau ada di sini
menemaniku saat sepi
menemaniku saat gundah
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
berat hidup ini tanpa dirimu
ku hanya mencintai kamu
ku hanya memiliki kamu
reff:
aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati
meski tlah lama kita tak bertemu
ku selalu memimpikan kamu
ku tak bisa hidup tanpamu
repeat reff
aku rindu setengah mati
aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu

Bulan purnama dilihat dari bumi (Belgia).
Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.
Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km,[1] sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2 persen volume Bumi dan tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17 persen daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem Bumi-Bulan-Matahari bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari (periode sinodik).
Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi.
Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.
Bulan berada dalam orbit sinkron dengan Bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan Bulan saja yang dapat diamati dari Bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.
Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.
Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusia. Obyek buatan pertama yang melintas dekat Bulan adalah wahana antariksa milik Uni Sovyet, Luna 1, obyek buatan pertama yang membentur permukaan Bulan adalah Luna 2, dan foto pertama sisi jauh bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, kesemua misi dilakukan pada 1959. Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9, dan yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, keduanya dilakukan pada tahun 1966.[1] Program Apollo milik Amerika Serikat adalah satu-satunya misi berawak hingga kini, yang melakukan enam pendaratan berawak antara 1969 dan 1972.
Bulan sebagai penanda waktu
Fase bulan pada saat mengelilingi bumi
Bulan purnama adalah keadaan ketika Bulan nampak bulat sempurna dari Bumi. Pada saat itu, Bumi terletak hampir segaris di antara Matahari dan Bulan, sehingga seluruh permukaan Bulan yang diterangi Matahari terlihat jelas dari arah Bumi.
Kebalikannya adalah saat bulan mati, yaitu saat Bulan terletak pada hampir segaris di antara Matahari dan Bumi, sehingga yang 'terlihat' dari Bumi adalah sisi belakang Bulan yang gelap, alias tidak nampak apa-apa.
Di antara kedua waktu itu terdapat keadaan bulan separuh dan bulan sabit, yakni pada saat posisi Bulan terhadap Bumi membentuk sudut tertentu terhadap garis Bumi - Matahari. Pada saat itu, hanya sebagian permukaan Bulan yang disinari Matahari yang terlihat dari Bumi.
Fase bulan
bulan mati
bulan sabit
bulan separuh
bulan cembung
bulan purnama
bulan purnama
bulan cembung
bulan separuh
bulan sabit
bulan mati
Asal usul
Asal - usul bulan tidak diketahui secara pasti, tetapi ilmuan menemukan bukti besar bahwa Bulan berasal dari tubrukan bumi dengan planet kecil yang bernama theira sekitar 3 milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling bumi dan akhirnya debu mengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak Bulan dengan Bumi sekarang. Dari hasil penelitian Bulan menjauh sekitar 3,8 cm per tahunnya.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan

Komet adalah salah satu anggota dari keluarga sistem tata surya
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.[1] Komet berasal dari bahasa Yunani, yang artinya rambut panjang.[2] Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari.[1] Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor.[3] Komet juga mengelilingi matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya.[4] Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda.[4] Panjang komet dapat mencapai jutaan km.[2] Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet.[5] Komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit matahari.[5] Kita sering menyebut komet sebagai bintang berekor.[6] Sebetulnya pernyataan bintang disini tidak tepat.[6] Komet terbentuk dari es dan debu.[3]
Bagian-Bagian Komet
Bagian-bagian komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor.[7] Bagian-bagian komet sebagai berikut.[8]
• Inti, merupakan bahan yang sangat padat, diameternya mencapai beberapa kilometer, dan terbentuk dari penguapan bahan-bahan es penyusun komet, yang kemudian berubah menjadi gas.
• Koma, merupakan daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di sekeliling inti.
• Lapisan hidrogen, yaitu lapisan yang menyelubungi koma, tidak tampak oleh mata manusia. Diameter awan hidrogen sekitar 20 juta kilometer.
• Ekor, yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat matahari.
Inti komet adalah sebongkah batu dan salju.[9] Ekor komet arahnya selalu menjauh dari matahari.[7] Bagian ekor suatu komet terdiri dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor gas.[10] Bentuk ekor debu tampak berbentuk lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus.[10] Koma atau ekor komet tercipta saat mendekati matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi gas.[11] Angin matahari kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai asap yang mengepul ke arah belakang kepala komet.[11] Ekor inilah yang terlihat bersinar dari bumi.[11] Sebuah komet kadang mempunyai satu ekor dan ada yang dua atau lebih.[10]
Jenis-Jenis Komet
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.[12]
• Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.
• Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.
Nama-Nama Komet
Sekarang telah dikenal banyak nama komet, antara lain sebagai berikut.[13]
• Komet Kohoutek.
• Komen Arend-Roland dan Maikos yang muncul pada tahun 1957.
• Komet Ikeya-Seki, ditemukan pada bulan september 1965 oleh dua astronom jepang, yaitu Ikeya dan T. Seki.
• Komet Shoemaker-Levy 9 yang hancur pada tahun 1994.
• Komet Hyakutake yang muncul pada tahun 1996.
• Komet Hale-bopp yang muncul pada tahun 1997.
Komet Halley adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang tampak dengan mata telanjang, dan karenanya merupakan komet yang tampak dengan mata telanjang yang pasti kembali dalam rentang umur manusia. Kemunculannya sepanjang sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap sejarah manusia, walaupun penampakannya tidak dikenali sebagai obyek yang sama sampai abad ke-17. Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061.
Komet
Taufiq (Klub Astronomi Bondowoso)
PADA tahun 2004 ada dua komet yang bisa diamati dengan mata telanjang. Hari ini, 7 Mei, salah satu komet itu mencapai kecerlangan maksimum.
Komet atau bintang berekor adalah anggota Tata Surya yang mempunyai orbit hiperbola. Ekornya kian panjang bila mendekati Matahari. Begitu panjangnya hingga bisa mencapai 150 juta kilometer, atau sejauh jarak Bumi-Matahari atau biasa dinamakan 1 Satuan Astronomi (SA). Dengan begitu komet bisa dibilang anggota Tata Surya terbesar.
Di tahun 2004 ada dua komet yang bakal bisa diamati dengan mata telanjang, yaitu Komet C/2001 Q4 (NEAT) dan C/2002 T7 (LINEAR). Dengan bantuan teleskop kecil dan binokular, kedua komet tersebut sudah bisa diamati sejak Februari lalu. Mulai bulan Maret, baru bisa diamati dengan mata telanjang setelah kecerlangannya lebih kecil dari 6 magnitudo semu.
Magnitudo adalah skala kecerlangan obyek langit yang terlihat oleh pengamat, semakin kecil magnitudo maka akan semakin terang. Perbedaan sebesar 5 magnitudo setara dengan perbedaan kecerlangan 100 kali. Obyek terlemah yang bisa diamati oleh mata telanjang di langit memiliki magnitudo 6,5. Sebagai perbandingan magnitudo semu matahari sebesar - 26,8 dan bintang langit malam terterang, yaitu Sirius sebesar - 1, 46. Rata-rata bintang yang terang bermagnitudo dari 1 hingga 2.
Komet NEAT ditemukan pada 28 Agustus 2001 melalui program Near Earth Asteroid Tracking (NEAT), saat itu magnitudonya 20 setara dengan 400 ribu kali lebih lemah dari bintang teredup yang bisa diamati dengan mata telanjang. Namun, pada bulan April akan memiliki magnitudo sebesar 1-2 dan mencapai kecerlangan maksimum pada 7 Mei 2004, saat sejarak 48 juta kilometer dari Bumi. NEAT bergerak dalam arah rasi Canis Mayor, melewati Cancer, dan tiba di arah Ursa Mayor pada akhir Mei. Bisa diamati setelah matahari terbenam dari arah Barat-Utara bola langit. Lalu, sekitar tanggal 12-16 Mei ada pemandangan yang menakjubkan dikarenakan keberadaan empat planet terterang, yaitu Venus, Mars, Saturnus, dan Yupiter di sekitar komet.
Adapun Komet LINEAR ditemukan melalui program Lincoln Laboratory Near Earth Asteroid Research (LINEAR) pada 29 Oktober 2002 dan akan mencapai kecerlangan maksimum 19 Mei 2004 pada jarak 40 juta kilometer dari Bumi. Komet ini bergerak dari arah rasi Pisces melewati Cetus, Eridanus, dan Lepus menuju Canis Mayor. Pada pertengahan April hingga awal Mei, komet ini bisa dilihat pagi hari di arah timur. Setelah itu, komet akan terlihat di arah Barat, setelah matahari terbenam.
Kedua komet tersebut bisa dinikmati pemandangannya selama bulan Mei dengan mata telanjang bila kondisi langit cerah. Memasuki bulan Juni, kedua komet tersebut menjauhi Bumi dan Matahari.
Asal-usul
Ternyata ada kepercayaan yang mengaitkan kedatangan komet dengan munculnya bencana, seperti wabah, peperangan, dan paceklik. Dalam rekaman Babad Tanah Jawi dikisahkan pertarungan keris pusaka Kyai Sangkelat dan Kyai Condongcatur milik kerajaan Majapahit. Ternyata, Kyai Condongcatur kalah dan ujung kerisnya patah. Kemudian oleh Prabu Brawijaya, Raja Majapahit waktu itu, keris itu diperbaiki dengan cara ditempa. Sesaat akan dipalu, Kyai Condongcatur melesat ke langit, berubah menjadi komet dan mulai melakukan balas dendam dengan menurunkan bencana.
Beberapa contoh yang mengaitkan komet dengan bencana adalah peristiwa kedatangan Komet Ikeya-Seki pada tahun 1965 dengan G30S PKI. Lalu, kejatuhan kerajaan Normandia pada tahun 1066 oleh kerajaan Inggris.
Kehadiran ilmu pengetahuan modern menjadikan manusia bisa memandang kedatangan komet secara rasional. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah dari mana asalnya komet itu?
Adalah seorang astronom Belanda, Jan Oort mengemukakan teori bahwa Tata Surya dikelilingi awan dengan jari-jari antara 50.000 SA-100.000 SA. Awan ini tersusun dari materi berukuran kecil yang menjadi tempat pembentukan dan kemunculan komet. Untuk menghormati Jan Oort, awan itu lalu dinamai Awan Oort, dengan perkiraan populasi komet sekitar seratus triliun dan bermassa total 10-100 kali massa Bumi. Akibat gangguan bintang-bintang sekitar Matahari terhadapnya, sebagian materi awan jatuh ke bidang Tata Surya, selanjutnya tertarik oleh gravitasi Matahari dan bergerak ke pusat Tata Surya.
Fred L Whipple, astronom dari Universitas Harvard, mengusulkan pertama kali di tahun 1950 mengenai struktur komet yang berupa gumpalan es kotor (Dirty Snowballs) berdiameter 1-10 kilometer karena tersusun dari beragam senyawa seperti karbondioksida, sianida, amonia, metana, air, serta berbagai macam logam yang bercampur dengan debu dan batuan.
Ketika komet bergerak mendekati Matahari pada jarak kurang dari 3 SA, muncullah selubung gas dan debu yang berukuran 100.000 hingga 1 juta kilometer, yang dinamai Coma. Dalam bahasa latin Coma berarti 'rambut'. Dari kata inilah sebutan komet berasal. Gas dalam Coma beragam seperti CO, CO, HCN, CH, CN, air dan formaldehid. Coma ini diselubungi oleh awan hidrogen berukuran jutaan kilometer yang muncul dari disosiasi radikal hidroksil (OH) akibat radiasi Matahari pada materi yang ada di Coma.
Saat jarak komet kian dekat ke Matahari muncullah ekor komet akibat partikel-partikel yang dipancarkan Matahari (embusan angin Matahari) menguapkan materi yang menyelubungi inti komet. Ada dua jenis ekor Matahari, yaitu ekor ion yang arahnya selalu menjauhi Matahari (segaris arah Matahari-komet), dan ekor debu yang berarah melengkung ke Matahari, akibat tarikan gravitasi Matahari. Meskipun ekor itu sedemikian panjang, kerapatannya amat kecil, bahkan lebih kecil dari kerapatan ruang hampa yang mampu dibuat di Bumi.
Semakin dekat ke Matahari, maka ekor komet kian panjang. Materi yang hilang pun kian banyak. Sebaliknya, ketika menjauhi Matahari, ekor komet memendek. Komet pun kembali ke bentuk semula, namun dengan massa yang telah berkurang, ketika berada jauh dari Matahari menuju ke tempat asalnya.
Namun, tidak semua komet memiliki nasib seperti itu. Ada komet yang ditakdirkan hancur akibat gravitasi Matahari seperti Komet West yang ditemukan pada tahun 1976. Selain gravitasi Matahari, juga ada yang tertarik oleh gravitasi planet raksasa, Yupiter, yaitu Komet Halley. Komet yang terkenal ini dihitung elemen orbitnya oleh astronom Inggris, Edmund Halley, pada tahun 1705 dan ditemukan periode orbitnya yaitu setiap 76 tahun sekali. Komet yang juga mengitari planet raksasa akan memiliki bentuk orbit yang amat eksentrik, kelengkungannya besar.
Dalam catatan sejarah, pengamatan komet sudah dilakukan ratusan tahun lalu. Seiring perkembangan teknologi pengamatan, penemuan komet semakin banyak. Sudah ada ribuan komet yang ditemukan sekarang ini. Sering komet diberi nama sesuai dengan nama penemunya, baik seorang, dua atau lebih, bila ditemukan secara serentak. Contohnya Komet Shoemaker-Levy 9 yang sebagian materinya menabrak Yupiter pada tahun 1994. Komet itu ditemukan oleh pasangan Eugene dan Carolyn Shoemaker serta David H Levy pada 23 Maret 1993.
Tata cara penamaan lainnya adalah menurut tahun ditemukan dan diikuti huruf kecil pada tahun ditemukannya. Misalnya, komet ketujuh yang ditemukan pada tahun 2004 adalah 2004g.
Sumber : http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1097934390
http://id.wikipedia.org/wiki/Komet

Lambang hak cipta.
Hak cipta (lambang internasional: ©) adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.
Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau "ciptaan". Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.
Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.
Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum, konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud atau terwakili di dalam ciptaan tersebut. Sebagai contoh, hak cipta yang berkaitan dengan tokoh kartun Miki Tikus melarang pihak yang tidak berhak menyebarkan salinan kartun tersebut atau menciptakan karya yang meniru tokoh tikus tertentu ciptaan Walt Disney tersebut, namun tidak melarang penciptaan atau karya seni lain mengenai tokoh tikus secara umum.
Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah "hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku" (pasal 1 butir 1).
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_cipta
Jadi untuk semua yg mau copy-paste dari blog saya atau dari sumber yang lainnya harap tulis sumbernya seperti contoh diatas.

Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres, yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.
Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan, dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus, 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350[1] memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto) yaitu 129342 Ependes [2].
Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta[3]. Astéroid terluas dapam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 1 Ceres, dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadnag terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942 Apophis).
Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg[4][5], atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%), dan 10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511 Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%), dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalna. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.
Sabuk asteroid adalah bagian Tata Surya terletak kira-kira antara orbit planet Mars dan Jupiter. Daerah ini dipenuhi oleh sejumlah objek tak beraturan yang disebut asteroid atau planet kerdil. Sabuk asteroid disebut juga sebagai sabuk utama (main belt) untuk membedakan dari konsentrasi planet kerdil lainnya di dalam sistem tata surya, seperti Sabuk Kuiper dan scattered disc
Lebih dari separuh massa sabuk utama terdapat di empat terbesar objek: Ceres, 4 Vesta, 2 Pallas, dan 10 Hygiea. Kesemuanya berdiameter lebih dari 400 km, sementara Ceres, planet kerdil yang ada di sabuk utama memiliki diameter sekitar 950 kilometer. Selebihnya mempunyai berbagai ukuran sampai sekecil partikel debu. Distribusi penyebaran bahan asteroid ini sangat tipis sehingga kapal ruang angkasa dapat melewatinya tanpa celaka. Akan tetapi, ada tabrakan antara asteroid-asteroid besar, yang menghasilkan kumpulan asteroid yang memiliki karakteristik yang mirip (orbital dan komposisi). Tabrakan juga menghasilkan debu yang membentuk komponen utama cahaya zodiak (zodiacal light). Sebuah asteroid di dalam sabuk utama dapat dikategorikan berdasarkan spektrumnya, yang sebagian besar jatuh ke dalam tiga kelompok dasar: karbon (C-type), silikat (S-tipe), dan kaya logam (M-type)
Asteroid raksasa sedang menuju Bumi dan dapat menabrak Bumi tahun 2014. Para astronom Amerika Serikat telah memperingatkan hal tersebut pada monitor ruang angkasa Inggris.
Tetapi bagi mereka yang mengkhawatirkan kejadian "Armageddon" tidak perlu terlalu khawatir karena kemungkinan menjadi bencana besar hanya satu dalam 909.000 kasus.
Asteroid "2003 QQ47" akan terpantau lebih dekat dalam dua bulan ke depan. Kemungkinan tabrakan terjadi 21 Maret 2014, tetapi para astronom mengatakan resiko pengaruh tabrakan kemungkinan berkurang dengan semakin banyaknya data yang terkumpul.
Mengenai dampaknya, tabrakan itu memiliki efek yang setara dengan 20 juta bom atom Hiroshima, ujar seorang juru bicara Pusat Informasi Obyek yang Mendekati Bumi Pemerintah Inggris.
Pusat Informasi itu mengeluarkan peringatan tentang asteroid setelah batu raksasa pertama kali diamati di New Mexico oleh Program Riset Asteroid yang Mendekati Bumi di Lincon. "Objek yang mendekati bumi akan dapat diamati dari Bumi dalam dua bulan mendatang dan para astronom akan terus mengamatinya selama periode ini," ujar Dr. Alan Fitzsimmons, salah seorang pakar yang menjadi penasehat Pusat Informasi tersebut.
Asteroid seperti 2003 QQ47 merupakan bongkahan batu yang terhempas dari formasi sistem tata surya 4,5 miliar tahun lalu. Sebagian besar berada pada jarak yang aman dari Bumi di daerah asteroid antara Mars dan Yupiter.
Tetapi pengaruh gravitasi dari planet besar seperti Yupiter dapat mendorong asteroid keluar dari orbit aman dan mengirim mereka terjun ke arah Bumi.
Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.
Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.
Hujan meteor adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat bersinar pada langit malam. Meteor ini terjadi karena adanya serpihan benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid, yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Ukuran meteor umumnya hanya sebesar sebutir pasir, dan hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan Bumi. Serpihan yang mencapai permukaan Bumi disebut meteorit. Hujan meteor umumnya terjadi ketika Bumi melintasi dekat orbit sebuah komet dan melalui serpihannya.
meteor kilat adalah cahaya terang yang muncul sebentar di langit.
Para pengamat sering menyebut meteor atau bintang jatuh bintang jatuh karena mereka terlihat seperti bintang jatuh dari langit. Orang-orang kadang-kadang panggilan bola api meteor cemerlang. Meteor akan muncul ketika sebuah partikel atau potongan bahan logam atau batu disebut Meteoroid memasuki atmosfer bumi dari luar angkasa. gesekan udara memanaskan Meteoroid sehingga bersinar dan menciptakan jejak bersinar gas dan partikel Meteoroid meleleh. Gas termasuk bahan Meteoroid menguap dan gas-gas atmosfer yang panas ketika Meteoroid melewati atmosfer. Most meteors glow for about a second. Sebagian besar meteor cahaya untuk sekitar satu detik.
Kebanyakan meteoroid hancur sebelum mencapai bumi. Tetapi beberapa meninggalkan jejak bahwa berlangsung beberapa menit. Meteoroid yang mencapai bumi disebut meteorit.
Jutaan meteor terjadi di atmosfer bumi setiap hari. Sebagian besar meteorid yang menyebabkan meteor adalah tentang ukuran kerikil. Mereka menjadi terlihat antara sekitar 40 dan 75 mil (65 dan 120 kilometer) di atas bumi. Mereka hancur pada ketinggian 30 sampai 60 mil (50-95 kilometer).
Meteoroid perjalanan mengelilingi matahari di berbagai orbit dan pada berbagai kecepatan. The fastest ones move at about 26 miles per second (42 kilometers per second). Yang tercepat bergerak di sekitar 26 mil per detik (42 kilometer per detik). Bumi bergerak di sekitar 18 mil per detik (29 kilometer per detik). Jadi, ketika meteoroid memenuhi atmosfer bumi pada kepala, kecepatan kombinasi dapat mencapai sekitar 44 mil per second (71 km per detik).
Meteor shower
Bumi bertemu sejumlah aliran (jalan) atau kawanan (cluster) dari meteoroid kecil di waktu-waktu tertentu setiap tahun. Pada saat seperti itu, langit tampak diisi dengan hujan bunga api. Streaming dan kawanan memiliki orbit seperti yang komet dan diyakini fragmen komet.
Meteor shower dikenal paling cemerlang berlangsung pada 12-13 November, 1833. Ini adalah salah satu hujan Leonid, yang terjadi setiap November dan sepertinya datang dari arah rasi Leo.
Meteorit
Ada tiga jenis meteorit, batuan, besi, dan batu-besi. Stony meteorit terdiri dari mineral kaya silikon dan oksigen, dengan jumlah yang lebih kecil dari besi, magnesium, dan elemen lainnya. Satu kelompok dari meteorit batuan, chondrites disebut, adalah potongan-potongan bahan yang sama dari mana planet terbentuk. Kelompok lain meteorit batuan, yang achondrites, dulu bagian dari tubuh induk, seperti asteroid, yang cukup besar untuk memiliki mencair dan terpisah menjadi inti besi yang kaya dan kerak berbatu. Achondrites berasal dari kerak luar; meteorit batuan-besi, dari dalam kerak, dan meteorit besi, dari inti logam. Besi meteorit sebagian besar terdiri dari besi dan nikel. Stony meteorit besi memiliki jumlah hampir sama dari batu berbasis silikon dan nikel logam besi.
Ukuran meteorit bervariasi. Sebagian besar dari mereka relatif kecil. Meteorit terbesar yang pernah ditemukan berbobot sekitar 66 ton singkat (60 ton metrik). Itu jatuh di Hoba West, sebuah peternakan dekat Grootfontein, Namun, tubuh lebih besar, seperti asteroid dan komet, yang juga bisa menyerang bumi dan menjadi meteorit.
Meteorit mencapai permukaan bumi karena mereka adalah ukuran yang tepat untuk melakukan perjalanan melalui atmosfer. Jika mereka terlalu kecil, mereka akan hancur di atmosfer. Jika mereka terlalu besar, mereka dapat meledak sebelum mencapai permukaan bumi. Satu objek tersebut meledak sekitar 6 mil (10 km) di atas Sungai Tunguska di Siberia pada tahun 1908, meninggalkan area 20 mil (32 kilometer) dari pohon yang ditebang dan hangus.
Ribuan meteorit kecil telah ditemukan di Antartika, menyediakan pasokan spesimen yang kaya bagi para ilmuwan untuk studi. Ilmuwan mempelajari meteorit untuk petunjuk tentang jenis bahan yang membentuk planet.
Dampak kawah dan cekungan
Ketika tubuh besar seperti asteroid dan komet mogok planet, mereka menghasilkan kawah atau cekungan dampak. Dampak kawah yang berbentuk mangkuk yang mengukur depresi sampai sekitar 10 mil (25 kilometer) dengan diameter. Mereka memiliki dangkal, lantai datar dan pusat terangkat. Cekungan Dampak lebih besar dan rims di sana dalam satu atau lebih gelang di permukaan bumi ini.
Para ilmuwan telah menemukan lebih dari 120 kawah dampak dan cekungan di bumi. Salah satu yang paling terkenal, Meteor Crater di Arizona, sekitar 4.180 kaki (1.275 meter) dan 570 di kaki (175 meter) dalam. Ini membentuk hampir 50.000 tahun yang lalu ketika besi meteorit seberat 330.000 ton singkat (300.000 ton) menghantam bumi.
Kebanyakan kawah dan lembah-lembah yang lebih besar daripada Kawah Meteor yang sangat aus atau telah dikuburkan oleh batuan dan tanah sebagai permukaan bumi berubah. Terbesar yang diketahui ini adalah Chicxulub (pipi loob mengusir) Cekungan berpusat di Meksiko Semenanjung Yucatan. Diameter daerah ini sekitar 190 mil (300 kilometer). Rock sampel yang diperoleh oleh pengeboran ke dalam baskom menunjukkan bahwa sebuah asteroid menghantam bumi ada sekitar 65 juta tahun lalu. Ini tentang waktu terakhir dinosaurus punah. Dampaknya banyak puing-puing terlempar ke langit. Banyak ilmuwan percaya puing-puing ini menyebabkan adanya perubahan iklim bahwa dinosaurus tidak dapat bertahan.
Sumber : http://www.nasa.gov/worldbook/meteor_worldbook.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Meteor
...
Permasalahan penduduk bukan hal biasa bagi Negara berkembang seperti Indonesia ataupun Negara berkembang lainnya. Permasalahan penduduk merupakan masalah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena banyaknya penduduk yang tinggal di pinggiran sungai kita ambil contoh daerah yang penduduknya banyak yang tinggal di daerah sungai, sehingga sungai menjadi sempit dan mengambat arus air, yang menyebabkan terjadinya banjir setiap tahun. Pertumbuhan penduduk juga akan memberikan pencemaran yang lainnya seperti kekurangan tempat MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan mereka akan menggunakan sungai sebagai tempat akhir pembuangan kotoran mereka sehingga sungai tercemar oleh perbuatan mereka.
Sekarang zaman sudah canggih kendaraan ada dimana-mana jika banyaknya penduduk sama dengan penggunaan kendaraan bermotor maka polusi yang ada di udara semakin banyak dan tingkat kesehatan masyarakat akan penyakit pernapasan semakin meningkat. Saya menyarankan dalam blog ini kepada seluruh Negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya tinggi agar menyuruh kepada semua warga Negara tidak memiliki anak lebih dari 3 atau di Indonesia dengan menggunakan keluarga berencana. Atau dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor terlalu banyak dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan terakhir sampah.

